Gunung Andong (1726 mdpl)
Tektok via Pendem lintas Sawit
Gunung Andong merupakan gunung yang terletak di antara Desa Ngablak dan Desa Tlogorejo, Kabupaten Magelang. Dengan ketinggian sekitar 1726 meter di atas permukaan laut membuat gunung ini ramah bagi pendaki pemula, jalurnya yang landai dengan waktu tempuh yang tidak terlalu lama membuat gunung ini cocok digunakan sebagai latihan maupun wisata bersama keluarga untuk menghabiskan akhir pekan. Gunung ini juga cocok untuk camping dengan banyak spot yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda dan relatif aman. Terdapat beberapa pos pendakian yang dapat dilewati untuk naik ke Gunung Andong namun yang paling umum dilewati yaitu melalui jalur Dusun Sawit dan jalur Pendem. Kedua pos pendakian terletak di Dusun Sawit dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Pada perjalanan kali ini, kita akan mendaki Gunung Andong melalui basecamp Pendem kemudian lintas jalur turun melalui jalur Sawit. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman langsung dengan kondisi aktual di lapangan, sehingga mungkin akan ada perbedaan atau perubahan baik itu terkait biaya, kondisi jalur, maupun waktu tempuh menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi. Selain itu, tulisan ini dibuat sebagai arsip pribadi dan mungkin bisa digunakan sebagai acuan atau pembanding bagi yang ingin mendaki Gunung Andong.
Basecamp Pendem
Basecamp Pendem memiliki area parkir motor yang cukup luas dan letaknya agak jauh dari perumahan warga, tidak seperti Sawit yang kita bisa memarkirkan motor di depan rumah warga sedangkan untuk parkir mobil letaknya tepat di pinggir jalan area parkir (pada saat kunjungan). Fasilitas yang terdapat yaitu warung yang menjual perbekalan dan makanan, persewaan alat untuk camping, dan juga toilet berbayar. Secara keseluruhan fasilitas dan suasana basecamp ini cukup nyaman dan lengkap dengan pengunjung cukup padat meskipun tidak seramai Sawit. Total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 25.000,00 untuk tiket masuk dan parkir motor, kita juga perlu mengisi daftar hadir di pos pendaftaran.
Basecamp - Pos 1 Kenongan
Awal jalur akan melewati perkebunan warga dengan kontur jalan menanjak berupa paving blok. Memasuki area hutan pinus kita akan di sambut dengan 2 jalur yaitu jalur sebelah kiri yang lebih landai dam jalur lurus yang arahnya langsung naik. Untuk karakter kedua jalur relatif sama, berupa jalan tanah padat dengan rumput di sepanjang jalur yang membedakan untuk jalur kiri akan bergabung dengan jalur via Sawit (menuju Puncak Makam) sedangkan jalur naik menuju ke Puncak Alap-Alap. Kali ini kita melewati jalur naik yang langsung menanjak dengan kemiringan tidak terlalu curam, jalurnya berupa jalan setapak yang cukup lebar untuk berpapasan. Pada beberapa bagian jalur terdapat tangga-tangga kecil yang dibuat dari potongan pohon, pemandangan sepanjang jalur didominasi dengan pohon pinus dan tidak terdapat warung hanya ada pos untuk beristirahat sejenak. Secara keseluruhan jalur ini masih cukup aman untuk pemula, tidak terlalu menguras fisik dan mental, selain itu banyaknya bagian landai dan beberapa titik yang cukup lebar untuk beristirahat juga ikut membantu melewati jalur ini. Waktu tempuh sekitar 15 menit dengan berjalan kaki normal, sesekali berhenti untuk berpapasan dengan pendaki lain.
Pos 1 - Grujukan
Pos 1 berupa pos yang bisa kita gunakan untuk beristirahat sejenak berupa bangunan semi permanen seperti pos pendakian pada umumnya. Area ini masih berada di dalam hutan pinus sehingga pemandangan yang disajikan yaitu rimbun pepohonan. Jalurnya masih berupa tanah padat yang landai, masih belum terlalu menguras tenaga dan terlindung dari sinar matahari. Terdapat pos bayangan untuk beristirahat sejenak yang disebut Grujukan, diperlukan waktu sekitar 8 menit perjalanan santai untuk mencapai area ini.
Grujukan - Pos 2 Kendit
Jalur masih berupa jalan tanah padat dengan kondisi terus naik, masih relatif landai dengan sesekali terdapat area terbuka yang menyajikan pemandangan khas dataran tinggi. Semakin ke atas vegetasi semakin terbuka dan jalur juga mulai terdapat bagian yang lumayan curam. Secara keseluruhan karakter jalur masih cukup nyaman untuk pemula meskipun di beberapa bagian terdapat tanjakan yang cukup curam. Waktu tempuh sekitar 6 menit dengan berjalan kaki normal untuk mencapai pos 2.
Pos 2 - Watu Pelawangan
Jalur dari pos 2 menuju arah puncak mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya didominasi dengan jalan tanah landai, area ini jalan sudah mulai menanjak dengan khas jalur air. Di area ini sudah mulai terasa beban di kaki tapi secara keseluruhan jalur ini cukup aman karena relatif padat dan berupa tanah, bukan bebatuan atau tanah lunak. Di sepanjang jalan kita dapat sesekali menikmati pemandangan di bawah dan gunung lain juga sudah mulai terlihat. Untuk lama perjalanan sekitar 20 menit dari pos 2 dengan kondisi sepi dan sesekali beristirahat untuk menikmati pemandangan yang ada.
Watu Pelawangan - Puncak Alap-Alap
Vegetasi jalur berupa rumput pendek, tidak terdapat pohon dengan kontur jalan yang terus menanjak. Di bagian ini tanah keras bercampur dengan batuan yang difungsikan sebagai tangga, sepanjang jalur kita akan disuguhi dengan pemandangan yang indah. Pos Pendem dan Pos Sawit dapat terlihat, begitupun dengan gunung yang terdapat di sekitar Andong dapat dijadikan motivasi untuk terus mendaki ke atas. Setelah dari Batu Pelawangan, kontur jalan akan terus menanjak yang mungkin akan sedikit menguras fisik. Meskipun begitu, secara keseluruhan jalur ini masih cukup nyaman untuk dilalui, tidak terlalu menyiksa karena dari bawah puncak alap-alap sudah terlihat. Waktu tempuh sekitar 7 menit dengan berjalan kaki normal, cukup singkat tetapi jalur yang lumayan curam bisa sedikit memperlambat laju perjalanan.
Puncak Alap-Alap
Puncak Alap-Alap merupakan salah satu puncak Gunung Andong yang berupa tanah lapang cukup luas dengan vegetasi terbuka, ditandai dengan tugu yang dapat digunakan untuk berfoto. Jika beruntung, kita akan dapat menikmati pemandangan gunung lain seperti Sindoro, Sumbing, Telomoyo, Ungaran, dan juga deretan perbukitan yang menambah keindahan alam. Untuk menuju Puncak Andong kita perlu menyusuri punggungan gunung yang berupa jalur setapak yang menghubungkan kedua puncak. Pemandangan di punggungan juga tidak kalah menarik, jalurnya menanjak berupa tanah bercampur batu dengan kontur naik yang tidak terlalu curam. Waktu tempuh untuk menuju Puncak Andong sekitar 10 menit berjalan kaki normal, sesekali berhenti untuk bergantian dengan pendaki lain karena jalurnya tidak terlalu lebar.
Puncak Andong
Puncak Andong secara keseluruhan sama dengan Puncak Alap-Alap berupa tanah lapang dengan vegetasi terbuka. Untuk tugu puncak dilengkapi dengan pembatas sehingga untuk mengambil foto/video bisa lebih bagus. Pemandangan juga relatif sama karena karakter dan jarak kedua puncak tidak terlalu jauh. Puncak ini merupakan puncak tertinggi dari Gunung Andong dengan ketinggian yang tertera yaitu 1726 meter di atas permukaan laut. Puncak ini cocok untuk beristirahat melepas lelah setelah mendaki dan juga mengantri untuk mengambil gambar dari tugu puncak. Dari puncak ini kita dapat berjalan turun untuk menuju Puncak Jiwa yang letaknya tidak terlalu jauh. Perjalanan menuju puncak jiwa melewati jalur yang luas dengan kontur tanah padat.
Puncak Jiwa
Puncak Jiwa merupakan puncak yang umumnya digunakan pendaki untuk berkemah, area landai cukup luas sehingga mampu menampung banyak tenda. Pada musim liburan puncak ini akan dipenuhi dengan tenda-tenda pendaki. Terdapat warung di puncak ini, menyediakan berbagai makanan seperti gorengan, buah, nasi dan lauk juga minuman seperti kopi, teh, atau minuman perisa buah. Puncak ini lebih ramai dibandingkan dengan puncak lainnya karena memang merupakan area camping ground. Dari puncak ini kita turun melewati tangga tanah dan dahan pohon untuk menuju Puncak Makam yang merupakan puncak paling barat dari Gunung Andong.
Puncak Makam
Di puncak Gunung Andong terdapat makam yang diyakini oleh penduduk sekitar merupakan makam dari Ki Joko Pekik, leluhur yang dipercaya menyebarkan agama islam di daerah Andong dan sekitarnya. Makam ini berupa bangunan tertutup, yang pada hari tertentu akan dikunjungi oleh pengunjung untuk berziarah. Di puncak ini juga terdapat beberapa area landai yang bisa digunakan untuk camp, selain itu juga terdapat toilet sederhana untuk buang air kecil dengan membayar Rp 5.000 kita akan diberikan satu botol air untuk digunakan membersihkan badan setelah buang air kecil.
Perjalanan Turun
Puncak Makam - Pos 3 Watu Wayang
Kondisi jalur yang kita lewati berupa jalan tanah keras yang lebar, sangat lega digunakan untuk berpapasan dengan pendaki lain. Jika beruntung, sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan Gunung Merapi yang terlihat jelas. Banyak area foto yang bisa digunakan untuk mengabadikan momen di sepanjang jalur ini. Untuk pendakian via Sawit, kita akan melewati sumber air yang airnya bisa digunakan untuk keperluan bersih-bersih maupun memasak. Sumber air sudah dikelola berupa pancuran yang letaknya tertutup oleh bangunan kecil semi permanen. Untuk waktu tempuh sekitar 8 menit perjalanan normal. Dari sini terdapat jalur lama yang jaraknya lebih singkat namun cenderung curam dan jalur baru yang lebih landai tapi jaraknya sedikit lebih jauh. Di perjalanan kali ini kita akan melewati jalur lama agar cepat sampai di bawah.
Pos 3 Watu Wayang - Pos 2 Watu Gambir
Terdapat jalur lama dan jalur baru yang dapat kita lewati, karakter jalur lama berupa tanjakan yang cukup curam sehingga waktu tempuh cenderung lebih singkat. Sedangkan jalur baru yang dibuat akibat longsor kontur tanah lebih landai namun jarak tempuh lebih lama karena harus memutar lebih dahulu. Di sepanjang jalur lama berupa tangga-tangga dari batu yang disusun, beberapa titik terdapat longsor sehingga batuan sedikit licin. Untuk kontur tanah sendiri semakin ke bawah semakin landai apalagi setelah memasuki area hutan, akan berganti menjadi tanah padat dengan matahari yang tidak terlalu terik. Waktu tempuh sekitar 16 menit karena jalur cukup licin sehingga kita perlu berhati-hati dalam memilih pijakan kaki.
Pos 2 Watu Gambir - Pos 1 Watu Pocong
Sepanjang jalur kita akan disuguhi jalan tanah keras dengan pepohonan pinus karena sudah memasuki area hutan lindung. Perjalanan terasa sejuk dan teduh karena pohon pinus cukup rindang melindungi dari terik matahari. Di area pos 1 Watu Pocong terdapat camping ground yang cukup luas, dapat digunakan untuk berkemah. Waktu tempuh uyang diperlukan cukup singkat yaitu sekitar 5 menit perjalanan dari pos 2.
Pos 1 Watu Pocong - Gerbang Pendakian
Jalur berupa tangga kecil yang dibuat dari cor yang cukup lebar namun sedikit licin dan harus berhati-hati karena anak tangganya tidak terlalu tinggi. Terdapat warung di Pos 1 untuk beristirahat sejenak dan di depannya terdapat area duduk/santai. Perjalanan turun sampai di gerbang pendakian sekitar 4 menit berjalan normal menuruni anak tangga.
Sebagai penutup, Gunung Andong merupakan salah satu gunung yang cocok dikunjungi dengan keluarga baik untuk sekedar berjalan-jalan maupun berkemah karena trek yang tidak terlalu panjang dan jalurnya yang cukup nyaman namun pemandangan cukup indah dan suasananya yang masih alami. Gunung ini juga cocok untuk para trial runner untuk berlatih baik yang sudah profesional maupun hanya sekedar hobi. Selain itu terdapat warung di puncak membuat kita tidak khawatir tentang persediaan makanan dan terdapat banyak area berkemah dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita. Kesimpulannya Gunung Andong merupakan gunung yang ramah bagi semua kalangan, baik untuk sekadar menikmati alam, mencari hiburan, maupun sebagai tempat berlatih.
Jadi, kemana kita selanjutnya? Ayo ikut aku!